THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 08 September 2007

all about [VINCENT VEGA]

Vincent Vega is a character in Quentin Tarantino's Pulp Fiction, portrayed by John Travolta in an Academy Award-nominated performance. He is the only character to appear in all story lines in the movie (aside from Marsellus Wallace and Mia Wallace). He is the brother of Vic Vega, a character in Reservoir Dogs.Vincent is a hitman working for mob boss Marsellus Wallace (Ving Rhames). He is usually partnered with Jules Winnfield (Samuel L. Jackson) when he is ordered to kill someone.
Vincent is an "Elvis man": He wears a bola tie with his suit, he has long hair pulled back into a ponytail, and he orders his Douglas Sirk Steak "bloody as hell." Despite being a hitman, Vincent shows some signs of humanity, such as scrupulous loyalty and a general concern for the few people he cares about. He is also a heroin user. He resides in Redondo Beach, as he mentions to Winston Wolfe when Wolf offers him a ride home.
[edit] In the film
(Note: the following summary is told in the chronological order in which they occur in the film, rather than in the non-linear style portrayed in the film.)
At the beginning of the film, Vincent has returned home from a long vacation in Amsterdam. He waxes philosophically with his partner Jules about the implications of ordering food at McDonald's in Paris. The two then kill a group of college students who had tried to steal a mysterious briefcase from Wallace, but are nearly killed themselves when one of the students fires on them, narrowly missing. On the way back, Vincent gets into an argument with Jules, who is convinced that they had been saved by a miracle; in the heat of the moment, Vincent accidentally shoots and kills Marvin (Phil LaMarr), who they had been instructed to leave alive, covering their car with blood and brain matter.
They take refuge with Jules' friend Jimmy Dimmick (Quentin Tarantino), and call Winston Wolf (Harvey Keitel), Wallace's personal fixer. They dispose of the evidence, and later resolve their differences over a cup of coffee in a diner. Just then, however, a young couple (Tim Roth and Amanda Plummer) try to rob the coffee shop, and demand the briefcase from Jules, who refuses and holds one of the robbers at gunpoint. Vincent comes to Jules' defense, but Jules tells him to stand down. Vincent then listens, spellbound, as Jules explains to the robber that he was going to forsake his life of crime.
After the restaurant ordeal, Vincent and Jules go to Wallace's hideout to return his briefcase to him. While there, Vincent meets Butch Coolidge (Bruce Willis), and openly insults him. The encounter is then cut short by Wallace calling Vincent to his table.
Keeping an Eye on Mia
Wallace asks Vincent to keep an eye on his wife, Mia (Uma Thurman), and take her out to dinner while he is away. The two form an instant attraction as they compete in (and steal) the "Jackrabbit Slim's Twist Contest" at the '50s diner they go to, but Vincent tells himself to ignore his feelings. While he is in the bathroom, Mia finds a pouch of heroin in his coat and snorts it, mistaking it for cocaine, and lapses into an overdose. Panicked, Vincent takes her to his dealer, Lance (Eric Stoltz), who helps him to revive her with a shot of adrenaline to the heart. Vincent takes her home, and blows her a kiss goodnight.
Death
Vincent encounters Butch for the second time at Butch's apartment. By this time, Butch had double-crossed Wallace, making him a target. While in the apartment, Butch notices an MAC-11 on the kitchen counter. As Butch picks up the gun, he hears the toilet flush in the bathroom. Vincent walks out of the bathroom only to find himself staring down the barrel of his boss' gun, who had left it when he had gone to buy coffee and donuts. Seconds elapse, in which the two silently recognize each other, before a pair of Poptarts jump out of the toaster and Butch pulls the trigger, killing him.

Naah.. itu tadi merupakan artikel tentang Vincent Vega yang merupakan sebuah tokoh cerita yang sangat gua paporitin. nah kalo yang ini Vincent Vega yang merupakan band indie dalam L.A. Lights Indiefest...


01 Maret 2007 - 13:26
Meet The Indie Hero #3

Di artikel sebelumnya, kita sudah berkenalan dengan Gerbang, Hollywood Nobody, Key Kuno, dan Lovely Tea. Sekarang saatnya mengenal siapa sih empat band lagi yang mengisi album kompilasi ini.

Pegawai Negeri
Band ini berawal dari komunitas Weezer fans di Bandung, yaitu Yudi (vocal), Egi (guitar), Obbo (guitar), Chupez (ex-bass), dan Dedy (drum). Nama Pegawai Negeri diambil dari cita-cita salah satu personil yang ingin menjadi seorang pegawai negeri, namun karena satu alasan, dia tidak dapat mewujudkannya. Hingga akhirnya pada saat dia berencana untuk membentuk sebuah band, cita-cita untuk kembali menjadi pegawai negeri kembali teringat. Dia dan personil lain kemudian sepakat untuk menamai bandnya dengan Pegawai negeri. Band ini terbentuk pada tahun 2003. Pada tahun 2004terjadi pergantian personil. Chupez mengundurkan diri dan digantikan oleh Thoriq (bass), ditambah satu personel yaitu Berland (keyboard)

70s Orgasm Club
Nama 70s Orgasm Club, yang beranggotakan Ant (vocal), Rio (bas) dan Echo (drum), diambil dari judul lagu salah satu band favorit mereka Corduroy, band retro acid jazz Inggris. Adapun penambahan awalan 70s adalah sebuah penghargan kepada sebuah decade dimana musik funk mulai berakar. Funk era 70an merupakan pengaruh dasar dari 70s Orgasm Club. Lagu-lagu 70s Orgasm Club dalam penulisan liriknya sangat dipengaruhi oleh lirik musik funk/soul yang banyak berbicara tentang kepositifan dalam hidup, menaklukan dunia dengan cinta dan ajakan untuk menjauhi kekerasan serta kebencian. Musik mereka merupakan peleburan antara musik funk/soul, blues, rock dan psychedelic.

Vincent Vega
Band ini beranggotakan 5 personil, yaitu Ariel William (vocal), Muhammad Sougan (guitar), Fikri Hadiansyah (guitar), Agung (Bass), Rangga Saylendra (Drum dan memilii seorang manager, Sandi Boi. Seluruh lagu yang dibawakan oleh Vincent Vega merupakan karya band mereka sendiri, Motto mereka adalah “To develop human kind potentials, and give positive impacts to the society.” Band Vincent Vega adalah Primal Scream, Interpol, dan The Departure.

Vox
Vox dimulai dari keinginan Joseph Sudiro (vocal, Bass) untuk membuat proyek folk Dylan-esque, berlanjut dengan menemukan kesamaan di jalur vintage dengan Vega Antares (guitar, vocal) yang banyak dipengaruhi oleh musik The Beatles.Seiring dengan waktu, secara tidak langsung mereka berpose engan band Lullaby, band yang memiliki vokalis cewek Gabriel Mayo (drum, vocal), dan mengajak Donny Setionamdono seagai backing vocal dan keyboard. Mereka memutuskan untuk bernyanya bersama-sama dan membentuk sebuah band. Sebagai awal, mereka menulis 4 lagu yang akan digunkan untuk penampilan perdana dan ternyata dari gigs pertama mereka mendapat chemistry yang kuat. Pada bulan januari 2006, mereka memutuskan untuk meneruskan kabersamaan mereka beserta konsep musiknya dengan nama Vox.

Artikel Vincent Vega dari sumber rubrik BELIA-Pikiran Rakyat...


Vincent Vega
”Kita Lagi Berusaha untuk Pinter!”
Di tahun 1994, tersebutlah sebuah film sensasional pemenang Oscar berjudul "Pulp Fiction". Poster filmnya yang bergambar wajah cantik Uma Thurman pun enggak kalah tenar. Ternyata, film ini belum berhenti menyebarkan virusnya! Buktinya di Bandung, sekelompok anak muda sepakat membuat band dengan mengusung nama tokoh utama "Pulp Fiction"! Please welcome, Vincent Vega!
Alasan apa, sih, yang bikin Ariel (vox), M.S.N. (gitar), Agung (bas), Rangga (drum), Fikri (gitar), menamai bandnya Vincent Vega? Simak penuturan mereka, pas belia temuin seusai manggung, Sabtu (25/11).
"Hmm… Vincent Vega itu karakter malas mikir, padahal dia itu pinter. Eh malah terlalu pinter, ya!" kata Ariel atau El (panggilan akrabnya) membuka obrolan. Nambahin omongan El, M.S.N. mengibaratkan Vincent Vega sebagai orang yang saking cerdasnya bisa menyelesaikan persoalan lebih cepat. "Jadi kalau dari A ke D, dia males lewat ke B sama C," gitu kata cowok chubby ini.
Personel Vincent Vega yang lainnya (kecuali Fikri yang enggak hadir karena sakit) langsung mengangguk-anggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Ariel. Terus, apa benang merahnya dengan band kalian? "Yah, Vincent Vega itu kita banget! Hahaha… kita lagi berusaha untuk pinter, deng!" ujar El lalu tertawa.
Vincent Vega bukannya mau menyombongkan diri, lho! Menurut kabar yang belia denger, aslinya mereka emang murid-murid berprestasi di sekolahnya. Sekarang pun, di tengah kesibukannya, mereka tetap getol berkuliah di ITB dan Unpad. Mendengar ini, personel Vincent Vega hanya tersenyum simpul. "Pendidikan itu penting banget, karena kita hidup di dunia ketiga. Negara ini udah susah banget, kalau kita ninggalin pendidikan, kita mau jadi apa?" kata El. Wah, belia setuju banget sama prinsip Vincent Vega yang satu ini.
Meskipun terhitung sebagai pendatang anyar, nama Vincent Vega ini udah lumayan dikenal di Kota Bandung. Terlebih setelah mereka masuk kompilasi festival band indie. Beberapa musisi andal yang belia temuin bahkan menyebutkan nama mereka sebagai the rising star. Penampilan band yang juga menyukai At The Drive-In ini emang pol. Lagu-lagunya beraliran rock, tapi nuansanya beda banget. Lebih powerfull, apalagi dari segi lirik, hehehe ini menurut belia, ya.
Menanggapi ini, Vincent Vega sedikit merasa terbebani. "Patut disyukuri, lah!" ucap Ariel. "Meskipun agak susah juga menghadapi ekspektasi orang yang seperti itu, tapi kita menjalaninya sebaik mungkin!" timpal M.S.N.
Anyway, udah beberapa kali belia nonton penampilan Vincent Vega, di antaranya waktu mereka jadi opening act microgigs The S.I.G.I.T di TRL. Di tengah-tengah lagu, tiba-tiba El pergi ke toilet. Waduh, ini semacam stage act atau…? "Hehehe… saya kebelet pipis, itu aja!" bela cowok yang selalu tampil klimis ini.
Ternyata, menjadi opening act The S.I.G.I.T membawa banyak cerita lagi buat Vincent Vega. "Habis manggung di situ, gitar Fikri dan efeknya hilang dicuri!" keluh Ariel. Ternyata kesialan demi kesialan terus berlanjut untuk Vincent Vega. Mulai dari motor dan mobil yang hilang, sampai gadget El yang rusak. Yang pada kehilangan barang-barang berharga ini cuma bisa ketawa-ketawa doang pas belia tanya gimana perasaannya sekarang. Hehehe, mungkin kalian perlu syukuran dulu kali! Better luck next time, ya!***

0 komentar: